DHINA

To be happy is a choice we make..

Sore itu, aku bahkan tidak tahu bagaimana kita memulai berbicara hal yang membuat aku menyadari betapa mengagumkannya dirimu di mataku, bahkan aku tidak pantas lagi untuk menilai karena kamu bukan sesuatu yang layak aku nilai hanya dengan kata-kata, kamu tidak butuh validasi atau pengakuan dariku tentang bagaimana kamu memperlakukan lebih dari selayaknya yang aku inginkan.

Terimakasih tentang bagaimana kamu mengajarkan aku hal yang sebelumnya aku bahkan tidak mengerti, selalu sabarnya kamu mengerti bagaimana aku, mengalah ketika aku sudah tidak lagi ingin terkalahkan, tertawa ketika mungkin kamu tersakiti, bahkan menangis ketika kamu sudah tidak mampu menahan.

Tidak ada yang bisa menjamin di antara kita akan selalu baik-baik saja sekarang atau suatu hari nanti, yang aku ingin  tetaplah bahagia, bersyukur apa yang sudah tertulis dalam jalan hidup. DIA tidak pernah marah dengan apa yang kamu lakukan, tapi mungkin DIA sedang cemburu bagaimana kamu memperlakukan aku lebih dibandingkan kamu menyayangiNya, sama, aku juga tidak akan membuatNya cemburu lagi.

Berat membuat keputusan yang awalnya bahkan kita tidak pernah menyangka, kita berfikir semua akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak. Aku sadar kamu hanya milikNya yang ingin aku pinjam, dan aku hanya bisa berharap padaNya yang maha baik mempercayakan kepadaku, dan jika DIA benar kelak mempercayakan padaku, aku hanya ingin kita benar-benar bahagia, Insyaa Allah.

Ingat ini “If I give happiness, I will receive happiness. If I help others, I will receive blessings.”, Ini juga “Kalau kamu bisa berbuat baik, kenapa kamu harus berbuat yang tidak baik.”

Percaya, kita akan selalu dimudahkan ketika kita menyertakanNya dalam setiap urusan. Kita tidak akan pernah tahu kedepannya akan seperti apa, jika memang belum dipertemukan di DuniaNya mungkin kita akan di pertemukan di AkhiratNya. Aamiin..

 

Untukmu, 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *