DHINA

Dimana kamu ???

Perjalanan hidup manusia siapa yang tau ya memang, bahkan akupun ga bisa menentukan arah angin. Iya nih aku pengen nulis tentang opini aku berkehidupan tentang bagaimana (mungkin) takdir berjalan. Takdir itu mutlak, tidak terduga, pengennya gimana dapetnya kadang tidak sesuai harapan.

Seperti Aku, ga bisa kontrol orang lain mau gimana, seperti apa yang aku harapkan, merekapun sebaliknya. Oke, gini…

Gimana sih kalian menghargai diri kalian sendiri??

Sudah seberapa besar perjuangan kalian untuk diri sendiri??

Kalian puas dengan pilihan hidup kalian??

Kalau~Aku, ternyata belum ada apa-apanya “tapi terimakasih ya aku, sudah melewati sejauh ini, dan masih baik-baik saja”

Karena yang aku pilih adalah jujur pada diri sendiri, memaafkan diri sendiri dan memilih jalan baik yang aku yakini benar, karena baik belum tentu benar. Will see kebaikan untuk diriku sendiri dan orang di sekitarku walaupun aku harus terluka karena pengakuan. Yaa~Mengakui itu luar biasa sulit, dan bijaksana menerima itu hampir langka, karena tidak banyak orang memilih pengakuan terburuk dan berusaha jujur pada diri sendiri untuk kebaikannya dan lebih memilih menutup keburukan untuk membuat mereka (pura-pura) baik.

Pada intinya, kalian dan akupun sudah cukup tau untuk memilih baik yang benar, tidak menutup kemungkinan kalian memilih yang baik tapi kurang benar. Tapi apa kalian baik-baik saja??

Coba ubah perspektif kalian, jangan menjalankan yang baik bagi orang lain tapi kamu tidak baik-baik saja, jadilah apa yang kamu inginkan bukan jadilah yang orang lain inginkan.

Kalian berhak punya pilihan tanpa dihakimi orang. Patahkan jika membuatmu terbebani, kalian yang bertanggungjawab atas apa yang kalian pilih. Bahkan, orang lain tidak akan pernah perduli dengan apa pilihanmu, mereka menghakimi karena TELAH memilih untuk menjadi manusia yang tidak baik-baik saja. Apa kalian ingin seperti ”mereka” yang tidak baik-baik saja?? Kalau aku sih jelas TIDAK, aku akan tetap pada baiknya kebenaran walaupun harus mengungkapkan keburukan. Untuk apa? Yaa untuk menjadi lebih baik.

Kesempatan itu datang untuk dimanfaatkan sebaik mungkin, jika kamu tau mana yang baik kenapa harus memilih yang tidak baik? jika kamu bisa menjadi baik kenapa kamu harus menjadi tidak baik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *