STORYTELLING

DISH STORY

Kali ini memang agak berbeda dari cerita-cerita sebelumnya, kemarin banget nih abis ketemu temen-temen lama j(z)aman kuliah, walaupun belum lama-lama banget sih ngga’ ketemu mereka, tapi rasanya ngga’ seru kalau ngga jalan terus ngobrol. Kalau ketemu-kan seru tuh ya bahas hal penting sampai ngga’ penting, ┬ákarena nongkrongnya bareng adek-adek angkatan jadi lebih bisa nge-bully (becandaan yaa) yang ngga’ bakalan dibales karna pasti mereka ngerasa ngga’ enak, awalnya sih mikirnya gitu.. eehhhh mereka lebih parah ngebully seniornya ­čśÇ

Hmmmm,┬áSecara prinsip saya adalah tukang nongkrong ber-gaya, yang irit, dan bisa lama ngobrol. Obrolan yang ngga’ jauh dari masa kuliah tapi ngga’ bahas materi kuliah, mungkin materi kuliah juga udah lupa :D. Sejujurnya saya juga orang yang selalu senang bertemu dengan banyak orang, kadang teman baru bisa didapatkan dengan hanya berkenalan saat saya melamar pekerjaan, ketemu di jalan, lingkungan yang baru, atau bahkan saat saya jalan-jalan.

Share sesuatu yang lebih positif menurutku lebih bisa bikin mood jadi lebih baik, yang ngga’ melulu bahas kerjaan, ngga’ melulu mainan handphone, walaupun kadang hal yang kita bahas ngga’ jauh dari yang kita lakukan atau ngga’ jauh dari sosial media yang sering kita lihat juga di handphone :), iya ngga’ sih waktu jadi kerasa cepet kalau ngobrol sama orang yang nyambung??

Pertemanan bukan hanya soal bagaimana kita akan menjadi sahabat yang baik, yang harus susah senang bersama, tapi bagaimana lebih menghargai pribadi masing-masing. Saya, tidak pernah mempunyai sekelompok tapi saya punya banyak kelompok pertemanan. lebih senang menyebutnya dengan pertemanan yang fleksibel sih jadi saya juga bebas menentukan berteman dengan siapa saja, bebas berkumpul dengan siapa saja dengan tidak pernah takut terhianati. Itulah kenapa saya juga bisa bertemu dan asyik ngobrol dengan adik-adik angkatan saya.

Kamu punya teman curhat? Tentu punya dong, saya juga manusia yang ngga’ bisa menyimpan perasaan sendiri. Lalu, siapa? yang pertama saya punya Allah SWT (Tuhan saya), yang kedua tentu orang tua dan keluarga saya, yang ketiga orang yang saya percaya. Banyak yaa..Iya mereka punya peranan masing-masing, mau sama siapa lagi yang akan menerima cerita saya apa adanya dan paling tahu perasaan saya kecuali Tuhan saya? dan akan selalu memberikan jawaban dengan cara yang luar biasa dari segala pertanyaan saya.

Yang kedua orang tua dan keluarga, tidak semua yang saya rasakan juga bisa saya ceritaka kepada mereka, mereka hanya penengah dengan kebijaksanaan mereka, selalu memberikan jawaban langsung dengan hal yang baik-baik saja walaupun kadang tidak bisa saya lakukan karena segala nasehat itu tidak mudah untuk dilakukan. “Yasudah yang sabar, yang ikhlas, tidak ada yang selalu baik di dunia ini” iyaa i know, tapi terimaksih sudah menjadi keluarga saya. hahahha

Yang ketiga, tentang siapa yang saya percaya, ada orang tertentu atau sepesial? Iya, ada, dengan tipe masing-masing. Banyak teman bukan berarti semua bisa mendapat cerita yang sama, ada kalanya menyaring yang akan kita ucapkan lebih baik dengan melihat seperti apa lawan bicara kita. Kalau saya sih seperti itu, saya tidak akan bercerita pribadi saya dengan orang yang salah (ini penting) karna saya akan bercerita ketika dia bertanya langsung kepada saya, itu akan membuat saya tahu siapa yang mendengarkan cerita, dan diapun tahu kebenarannya dari saya. Jadi untuk yang ketiga ini, mungkin kata lainnya satu dengan yang lainnya beda curhatan.

Pernah musuhan sama teman? Saya?.. Saya tidak pernah menganggap itu musuhan sih, tapi ngga’ ngerti juga kalau mereka merasa saya telah mengecewakan mereka. Saya lebih berfikir saya pernah punya salah?, kalau iya berarti saya juga pantas dong dimusuhi. Lebih dikembalikan kepada pemikiran sendiri jauh lebih baik loh, contohnya ketika saya kesal dengan sesuatu, seseorang, baik teman atau siapapun itu saya lebih berfikir mungkin dia lebih kesal dari saya makanya dia berbuat seperti itu, atau jika saya marah ketika saya mendengar orang lain jelekin saya dibelakang, saya juga cuma mikir ahh saya juga sering kok ngomongin orang. yeekaan?

Ambil manfaatnya, buang yang ngga’ manfaat yaa..

 

 

-DHINA-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *