STORYTELLING

Afternoon Delight

Awal tahun 2019 diisi dengan banyak mendengar cerita kehidupan orang terdekat maupun yang di deket-deketin, ada yang mendadak menyapa dengan sejuta cerita melow dramanya, ada yang memang selalu bercerita tentang kebahagiaannya, ada juga yang g kelar-kelar meratapi kesedihannya, begitupula sebaliknya akupun jadi terpancing untuk sekedar memberi tanggapan dengan yaa membandingkan dengan apa yang aku alami.
Sebenarnya versi aku mendengarkan cerita orang itu kadang capek, tanpa sadar yang diceritain sebagian besar adalah masalah hidup mereka, itu bukan kesalahan aku!! Tolong mengerti aku. Apalagi masalah rumah tangga, kalian salah alamat. Xixixi.
Tapi juga kadang pemikiranku itu salah, mereka bercerita mungkin karena aku versi mereka yang bisa diajak bicara, penemu solusi tercemerlang era milenial ?? (tidak patut di contoh, kesombongan ini hanya fiktif belaka). Aku juga bersyukur dipercaya mendengarkan cerita hidup orang banyak, tanpa aku yang repot ngepoin.

Jadi yang mau dibahas apa dhin? Tunggu! Nulis itu juga pake mikir.
Yang mau aku bahas disini bagaimana caranya memininalisir keadaan saat bercerita masalah hidup dengan orang lain, disisi lain mungkin yang diajak bicara pernah mengalami, dia akan lebih mengerti apa yang kalian ceritakan, nah kalau mereka g pernah ngalamin? Yang kalian dapatkan hanyalah kata-kata bijak semata, minimal pasti ada kalimat “kamu harus semangat!” -ini g gampang.

Bukan menggurui karena memang bukan guru, coba deh instrospeksi diri masalah yang sedang dihadapi itu berimbas apa ke kalian? Seberapa besar merugikan buat kalian? Awal mula kenapa bisa terjadi?. Sudah menemukan? Kalau memang kesalahan, sebenarnya ini hanya pilihan. Dari awal sudah memilih a dari pada b, nikmati kalau memang ini pilihan yang menurut kalian benar dari awal. Bukannya dari awal tidak pernah salah? Karena memang pilihan itu selalu benar (pada awalnya). Kalau ternyata tidak sejalan dengan apa yang kalian inginkan itu namanya resiko. Trus gimana caranya? Hadapi, bukannya kalian juga tau kalau roda itu berputar? Akan ada masanya kalian bisa memilih lagi pilihan yang lain yang lagi-lagi menurut kita benar, resiko belakangan. Hahaha

Itu tadi yang pertama, masih panjang yaa. Yang kedua posisikan siapa lawan bicara yaa, dia sedang dalam keadaan baik-baik saja atau tidak. Mau cerita aja kok rumit sih dhin? iya dong yang rumit itu bukan ceritanya tapi menjaga perasaan pendengar, apa kalian tau perasaan pendengar juga sedang baik-baik saja? dengan kata lain dia juga pasti punya masalah hidup. Sebagai pendengar juga tidak mudah, ada hati dan perasaan yang harus dijaga ketika sedang dalam tahap pemberian solusi. Misalkan, kalian cerita masalah kalian, dengan adanya beberapa tipe pendengar, yang pertama ngomong apa adanya -dia bisa menyalahkan siapapun yang di anggap dia memang bersalah intinya dia g mau ambil pusing dengan hanya menganalisa cerita bisa tau titik salahnya tanpa basa basi busuk, kedua pendengar netral -dia tidak bisa menyalahkan atau membenarkan pihak manapun yang dianggapnya salah atau benar (ini biasanya yang agak tidak disukai *termasuk aku*) kadang aku gondok curhat sama yang tipe ini, solusinya pikir sendiri ujung-ujungnya, ketiga pendengar yang baperan -nah ini terjadi pada sebagian besar orang, kalau di ceritain satu sisi emosinya selevel kaya yang nyeritain, berasa kalau lo sakit gue juga sakit (eaaaa). Dan masih buanyakk lagi, yang paling parah tipe tidak mau mendengar, hah! kelar idup lo punya temen ginian.

Yang ketiga, saya akhir i karena sebenarnya masih buanyakk tapi kalau g diSTOP ini malam minggu guys!

Oke ketiga, berceritalah dengan pintar. Albert Einstein-pun kalau cerita tentang cinta juga keliat foolish. Oppss maaf. Bukan itu maksud aku, pintar yang aku maksud disini TOLONG yang ditanyakan yang memang harus kalian ceritakan, dan keep yang tidak seharusnya kalian ceritakan. Ganti temen kebongkar aib kalian, kelar! Harap bijak saudara-saudara, ini masalah hidup kalian orang lain tidak berhak tau, sebaliknya kalian juga g usah mau tau urusan orang lain.
Ambil yang manfaat, kalau ada.

With love, Dhina 💋

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *