STORYTELLING

Tentang Manusia

Assalamualaikum..

Alhamdulillah bisa nge-blog lagi akutuu, apa kabar kalian?? Semoga baik, seperti aku yaaaa..

Bahas apa ya ini enaknya? Aku pingin cerita sedikit, apa yang aku alami aja deh kaya’nya. Ini bukan hal yang besar tapi juga bukan untuk di sepelekan, tentang bagaimana menyikapi keadaan seperti yang aku alami. Intinya mungkin aku akan sedikit memberikan gambaran bagaimana dan apa yang setidaknya dilakukan, bukan harus sih tapi setidaknya.

Jadi begini, aku yang saat ini belum menikah sering ditanya “kapan nyusul” (ketika menghadiri kondangan)  “kapan nikah” (ketika berkumpul dengan banyak orang yang sudah menikah) “ngga usah milih-milih” (ketika ada yang ngenalin seseorang ke aku) dan masih banyak lagi sih, mungkin di antara kalian juga mengalami hal yang sama atau di antara kalian mungkin jadi pihak yang mempertanyakan. Apapun itu, Aku sebisa mungkin tidak terbawa dengan pertanyaan yang mungkin untuk sebagian orang ini pertanyaan berat untuk dijawab.

Untukku ini pertanyaan bisa jadi berat bisa jadi enteng, tergantung siapa dia yang bertanya, dan apa sebab dia bertanya, honestly pertama aku banyak liat dari mengapa dia bertanya sih, so pasti dia “KEPO”. Nah, kadang ini juga banyak sebab kenapa dia bertanya baru aku tarik siapa yang bertanya, hehehe

Aku meyakinkan dia ini siapa, karena aku orang yang idih banget kalau harus ngurusin orang yang basa basi busuk nanya hal yang pribadi gini, kebanyakan soalnya yang nanya itu pasti orang yang ngga kenal-kenal amat sama aku, maksudnya yang ngga tau aku ini gimana.

Intinya aku ngga pingin bahas soal mereka yang bertanya tapi bagaimana setidaknya kita menyikapi mereka yang bertanya, Diliat ya sekali lagi siapa yang bertanya, hehe biar ngga buang tenaga, loh kok?  Iyaa, buang tenaga. Ini aku, aku orang yang mudah nyolot – ngegas – emosian kalau yang nanya orang yang ngga ngaca, aku pernah banget di bilang “ngga laku” (jahat yaa) padahal yang ngatain juga ahhyaudahlahyaaa, sekali aku diemin duakali aku diemin yang ujungnya “NYESEL” kenapa ngga aku jawab aja, akhirnya yaaa kesekian kalinya aku jawab dan aku udah ngga mau diem lagi, aku bukan ngajarin hal yang buruk tapi setidaknya menunjukan aku masih punya harga diri, demi kebaikan juga biar mulutnya dijaga.

Kadang kita takut hanya dari omongan orang, takut karena tidak mau menerima kenyataan, takut jika tidak sama dengan orang lain. NO!! itu payah, setiap pundak punya beban masing-masing, bukan berarti aku lebih buruk, bukan berarti aku akan dapat jodoh sisa HAHAHA. Awalnya iya ada rasa gelisah pasti tapi semakin aku pasrah semakin aku merasa mudah.

masih panjang, lanjut kapan-kapan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *